Kehilangan

Kehilangan

Doamu Ayah

Doamu Ayah

in Memorian of H.M.Husni Thamrin & Hj.Tina Triwahyuni Widya Nigrum

in Memorian of H.M.Husni Thamrin & Hj.Tina Triwahyuni Widya Nigrum
For my Parent in Heaven

PESAN TERAKHIR

3 kunci itu kan kusimpan sepanjang hayatku,
Takkan lekang oleh ruang dan waktu.

Dunia kita memang telah berbeda,
Namun Cinta, Kasih Sayang, serta Ilmu darimu.
Adalah warisan yg paling bernilai untukku.

Terimakasih Papah...

Father...

Father...
Loosing U is My deepest Pain Father

Sunday, July 26, 2009

Penyakit Hipogenetik Rendahkan Wanita

PALU, KOMPAS.com - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Sulawesi Tengah (Sulteng), dr Abdullah DHSM, mengajak semua elemen masyarakat di daerahnya untuk memulai memutuskan penyakit "Hipogenetik", guna mendorong kaum lelaki menghargai program pengarusutamaan jender (PUJ).

"Perlu kita putuskan, sebab penyakit ’turunan’ dari dulu ini tidak disadari sudah menurunkan derajat kaum perempuan," kata dia dalam sebuah acara sosialisasi PUJ di Pal.

Penyakit hipogenetik, menurut dr Abdullah, yaitu sebuah perilaku yang hanya terus berharap. Penyakit ini banyak diidap oleh kaum laki-laki dan dampaknya sudah merugikan orang lain, terutama kaum perempuan.

Misalnya, ketika ingin minum teh di rumah, si suami hanya berharap dibuatkan oleh sang istri atau anak perempuannya, padahal pekerjaan ringan semacam ini dapat dilakukannya sendiri.

Demikian pula jika hendak berangkat ke luar kota, si suami berharap kepada sang istri untuk memasukkan pakaian dan perlengkapan lainnya ke dalam koper.

"Ini sesuatu ketidak adilan gender, karena sudah mengabaikan hak-hak kaum perempuan," tuturnya.

Karena itu, katanya, semua laki-laki harus memahami kalau pekerjaan keseharian yang dilakukan perempuan tidak seringan seperti yang sering disaksikan, dan mereka pun memiliki hak yang mesti dilindungi oleh semua pihak.

"Coba bandingkan. Pekerjaan yang dilakukan seorang suami yaitu dari terbit matahari sampai terbenam matahari. Tapi pekerjaan istri yaitu dari terbitnya mata suami hingga terbenamnya mata suami," tuturnya melukiskan betapa beratnya pekerjaan seorang perempuan.

Ia menambahkan, negara sendiri sudah memberikan jaminan perlindungan terhadap hak-hak kaum perempuan, seperti persamaan dalam memperoleh pendidikan, kesehatan, pekerjaan, cuti, sampai kepada perlindungan keamanan terhadap dirinya.

"Jadi, tinggal laki-laki di dalam rumah dan di luar rumah yang menerjemah dan merealisasikan dalam bentuk pemberian perimbangan peran," katanya.

Menurut Abdullah yang mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng ini, untuk menghilangkan penyakit hipogenetik itu perlu dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara perlahan-lahan. Juga, paling bagus diawali dari rumah sendiri.

"Saya kira jika sudah terbiasa akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain di dalam rumah. Bahkan pekerjaan seperti membuat teh sendiri dan menyapu itu justru jika dilakukan secara rutin akan menyehatkan tubuh," katanya.

Kita Semua Butuh Teman Bicara

Berat rasanya membayangkan ada ayah yang tega menyakiti anaknya dengan cara melindaskan kaki hingga buntung di lintasan kereta. Sulit dipahami bagaimana seorang ayah tega membakar istri dan anaknya dalam sebuah mobil di jalan tol.

Sejumlah kasus kekerasan belakangan ini memang mengguncang hati kita. Diduga depresi melatarbelakangi para pelaku nekat melakukan aksi kekerasan tersebut. Tapi, apa pun alasannya, perilaku ayah yang membahayakan jiwa keluarganya tidak bisa dibenarkan.

Istilah depresi dalam ilmu kesehatan jiwa dipergunakan untuk menggambarkan suatu kondisi gangguan jiwa yang secara klinis tampil dalam bentuk perasaan murung, kehilangan gairah hidup, lesu, putus asa, serta kehilangan rasa percaya diri.

Depresi adalah gangguan jiwa yang paling lazim dijumpai di masyarakat. Prevalensinya cukup tinggi, berkisar 5-10 persen. Badan kesehatan dunia (WHO) memperkirakan pada tahun 2020 depresi akan menempati masalah kesehatan nomor dua terbesar setelah penyakit kardiovaskuler.

Data riset Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia tahun 2007 menunjukkan 94 persen penduduk Indonesia saat ini mengalami depresi dari tingkat ringan hingga berat. Masalah ekonomi, sosial, hingga hubungan suami istri serta orangtua dan anak, bisa mendatangkan beragam masalah berat.

Psikolog Roslina Verauli menyatakan, orang dengan depresi ringan masih bisa tetap bekerja. Namun, jika orang tersebut sudah sampai mengurung diri, tidak mau beraktivitas, tak bersemangat, tidak mau makan, atau sebaliknya terlalu banyak makan, merupakan tanda yang mengarah pada depresi berat.

Penderita depresi juga biasanya mengalami fluktuasi emosi. "Ambang toleransi orang yang sedang depresi jadi rendah, terutama bila ada hal yang bisa mencetuskan emosinya," kata Vera. Lebih lanjut ia mengungkapkan, lingkungan sekitarnya harus mewaspadai bila penderita depresi sudah mengeluarkan ide bunuh diri atau ingin mati.

Langkah pertama untuk membantu penderita depresi, menurut Vera adalah dengan menemani mereka. "Tunjukkan kalau kita ada untuk mereka. Dengarkan keluhan-keluhannya karena mereka butuh teman bicara," saran psikolog dari RS Pondok Indah ini.

Menurut Vera, sebaiknya hindari menyuruh penderita depresi datang ke psikolog karena mereka pasti menyangkal sedang bermasalah. "Datang ke psikolog harus berasal dari keinginan mereka sendiri," katanya. Bantu penderita untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari untuk mengalihkan perhatiannya. Untuk penderita depresi berat, keluarga harus lebih sabar.

Selain konseling dengan psikolog, penderita depresi juga bisa disembuhkan lewat terapi pengobatan dengan obat anti depresi yang diresepkan dokter.

Mengapa Pria Selingkuh..????

KOMPAS.com — Apa yang membuat pria melupakan janjinya dan membagi hatinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, M Gary Neuman melakukan survei pada 200 suami yang selingkuh dan suami yang setia. Hasil survei tersebut ia tuangkan ke dalam buku The Truth About Cheating.

48 persen karena kecewa
Pria dan seks adalah dua hal yang sulit dipisahkan, tak heran bila banyak yang mengira seks adalah alasan utama pria selingkuh. Nyatanya, hanya 8 persen pria yang menjawab ketidakpuasan seksual sebagai alasan mereka tidak setia.

Mayoritas responden yang disurvei Neuman mengaku mereka merasa secara emosi kecewa pada pasangan. Rasa marah yang dipendam atau kerap saling menyalahkan satu sama lain akan menyebabkan rasa stres dan kecewa. Sayangnya, pria kurang mahir mengungkapkan perasaannya sehingga istri seringkali tak sadar suaminya sedang butuh perhatian.

Mencurahkan perhatian pada pekerjaan atau menjalin hubungan dengan orang lain sering dipilih oleh pria untuk mengalihkan perasaan kecewanya.

66 persen merasa bersalah
Semua pria yang tidak setia adalah pria hidung belang? Faktanya, 68 persen responden mengaku mereka tak pernah punya niat untuk tidak setia. Dan mayoritas responden berharap mereka tak pernah memulainya.

Tapi, pria adalah mahluk yang pandai mengatur perasaannya. "Mereka bisa menahan emosi dan mengaturnya," kata Neuman. Jadi, bila pasangan Anda bersumpah akan setia, jangan percaya 100 persen, ujar Neuman.

77 persen punya teman yang juga selingkuh
Berteman dengan seseorang yang selingkuh akan membuat perselingkuhan terlihat sebagai hal yang wajar.

40 persen selingkuh dengan teman kerja
Sekitar 40 persen responden mengaku mereka jatuh hati dengan kolega wanita di kantor atau klien. "Pria mudah terpikat pada wanita yang penuh perhatian dan bisa dijadikan tempat curhat," kata Neuman. Terlebih bila hubungan dan komunikasi dengan istri sedang renggang.

Hanya 12 persen yang selingkuh dengan wanita cantik
Dengan kata lain, sikap tidak setia seorang pria pertama-tama bukan karena penampilan fisik. "Pada banyak kasus, alasan pria selingkuh adalah untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya," kata Neuman. Bila mereka sudah merasa "klik" dan nyaman dengan seorang wanita, seks dengan mudah akan mengikuti.

PEDIH

Kala ku menatap wajahnya yang sendu
Tergores kembali perih itu
Ingatanku kembali akan pengkhianatannya
Mataku menyimpan sejuta air mata untukknya

Cinta yang selalu ku jaga,
Cinta yang membuatku tegar,
Justru menjadi hitam dan pudar
Saat ku tau Cinta berdusta.

Saat ini aku berdiri di sebuah tebing
Membawa kehancuran dalam genggamanku
Mendekap segala luka dalam asaku
Menatap bayangan Cinta yang tlah menyakitiku

Ditemani dinginnya malam,
Dipeluk hembusan angin kencang,
Dan ditertawakan binatang malam,
Aku menangis seorang diri..

Aku menjerit dalam hatiku
Teramat perih duka ini..

Bertanya pada Tuhanku

Tuhan, bolehkah aku bertanya...????
Bukankah Engkau yang telah menganugerahkan Cinta,
Dalam setiap kehidupan anak manusia,
Dalam setiap kisah yang mengisi relung waktu.

Tapi mengapa Cinta yang Engkau berikan itu,
Menjadi sebuah senjata yang mematikan.

Mengapa Kesucian dan Kesetiaan,
Harus terus terbalut dengan dusta.

Bahkan,wahai Tuhanku..
Pengorbanan atas Cinta,
Pengabdian atas Cinta,
Menjadi tangisan berdarah.

Maafkan Hamba yang tak pernah mengerti arti Cinta itu Tuhan...

Aku ingin dicinta..
Aku ingin mencinta..
Aku ingin bahagia..
Tanpa air mata
Dan duka....

Dia tetaplah Ibuku

Jamilah,seorang Perempuan paruh baya beranak tiga itu tampak meringis kesakitan,akibat luka lebam di sekujur tubuh,kepala,dan juga wajahnya.Sambil menangis dan menunduk menutupi wajahnya dari pandangan seluruh warga yang sedang menontonnya.

Yah,Jamilah tertangkap tangan hendak mencuri sepasang sendal oleh beberapa warga yang kebetulan melintas di depan halaman Mushola Al-Falah,saat di Mushola itu sedang ada acara pengajian rutin setiap malam Jumat di kampung tersebut.

Alhasil,Jamilah pun akhirnya menjadi bulan-bulanan seluruh warga yang mengejar dan berhasil menangkapnya,habislah ia dikeroyok oleh puluhan warga yang berbadan cukup besar itu.

Untunglah saat itu,pak Ustad dan beberapa muridnya segera keluar dari Mushola setelah mendengar ada keributan tersebut,dan berusaha menyelamatkan nyawa Jamilah yang sudah babak beluk,hingga hampir sulit dikenali lagi wajahnya yang hampir keriput itu.

Tiba-tiba,salah satu murid pak Ustad berteriak sambil berlari,"Jangan pukul lagi..," semua berpaling melihat ke arahnya,anak muda itu langsung menarik dan memeriksa lengan kiri Jamilah yang ternyata ada bekas luka yang lumayan besar.

Jamilah hanya menatap diam anak muda itu sambil meneteskan air mata,anak muda itu pun segera memeluk Jamilah,"Sudah,jangan pukul dia,dia Ibuku," mohon anak muda tersebut sambil menangis memeluk Ibunya.

" Saya yang salah,Ibu begini karena saya dipecat dari pekerjaan,ayah pergi meninggalkan kami begitu saja,sedangkan adik-adik kami kelaparan di rumah,pukul saya saja..," pinta anak muda itu dengan wajah mengiba.

Pa Ustad menghampiri Ibu dan anak yang masih berpelukan itu,seraya berkata," Untuk apa Ibumu mencuri sendal nak ?" lalu Jamilah menjawab dengan suara lirih," Saya tidak punya beras,apalagi susu untuk anak saya yang kecil Pak Ustad," ujar Jamilah.

Pak Ustad kembali bertanya pada muridnya,"Mengapa kamu melihat lengan ibu itu," dan muridnya itu menjawab,"Bekas luka itu ada,karena Ibu ingin melindungi saya dari Ayah yang hendak menusuk saya dengan pisau pak," ujarnya sedih.

" Astaghfirullah,mari ikut saya ke rumah," saut Pak Ustad sembari memapah Jamilah yang terlihat tak berdaya,sambil berkata pada seluruh warga yang sudah berkerumun disana,"Para warga sekalian,inilah bukti betapa besar tanggung jawab dan cinta seorang Ibu,hingga ia rela mengorbankan nyawanya sendiri hanya demi segenggam beras atau segelas susu anaknya," Tegasnya.

"Lihat ia saudara-saudara sekalian,Ibu ini hanyalah korban atas ketidak berdayaannya,maafkan ia," Tambahnya lagi,dan mereka bertiga berjalan perlahan meninggalkan kerumunan warga yang hanya bengong,terpaku melihat mereka bertiga pergi.

Tak semua Pernikahan Membahagiakan

JAKARTA, KOMPAS.com-Menikah adalah impian setiap manusia terutama wanita, terbayang segala keindahan saat menjalani bahtera rumah tangga. Namun, ternyata tidak semua pernikahan membawa kebahagiaan.

"Tidak semua pernikahan membawa kebahagiaan, ada beberapa yang justru merugikan kaum perempuan," ujar Azriana, ketua Sub Komisi Pemulihan Komnas Perempuan yang ditemui setelah peluncuran dan diskusi buku Memecah Kebisuan: Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan demi Keadilan, di Hotel Harris, Jakarta Rabu (22/4).

Pertama, lanjut Azriana, adalah pernikahan siri ataupun kawin kontrak. Pada pernikahan ini, tidak ada surat-surat yang mengesahkan terjadinya pernikahan. "Jika terjadi sesuatu, laki-laki dapat pergi begitu saja. Istri tidak dapat menuntut apa-apa, karena tidak ada dasar hukum yang kuat," kata dia.

Kedua adalah Poligami, pada pernikahan poligami suami dapat memilki beberapa istri dalam waktu yang sama. Azriana mencontohkan, ada seorang suami yang ditinggal istri menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) di daerah Arab. Karena alasan ditinggal sang istri, maka suami tersebut menikah lagi. "Pria tersebut menikah sampai empat kali, dan keempat istrinya menjadi TKW untuk mencukupi kebutuhan hidup pria itu," kata dia.

Yang ketiga, lanjut Azriana, adalah pernikahan paksa yang dilakukan karena alasan adat. Masih banyak orangtua yang menjodohkan anaknya, sehingga mau tidak mau anak mengikuti kemauan orangtua mereka. Pernikahan pun dilangsungkan dibawah paksaan. Rumah tangga yang didasari oleh paksaan, jarang menjadi rumah tangga yang harmonis, kekerasan terhadap istri sering juga terjadi dalam pernikahan ini.

Selanjutnya adalah pernikahan cinta buta, yang banyak terjadi di daerah Nangroe Aceh Darussalam. Pada pernikahan ini, dinilai terdapat indikasi perdagangan manusia. Setelah suami memberikan talak tiga pada istrinya, untuk kembali lagi maka istri tersebut harus menikah lagi.

"Di situlah terjadi trafficking, seorang istri harus membayar pria untuk dinikahi sebentar, baru bisa kembali dengan suaminya lagi," kata Azriana.

Dan yang terakhir, terangnya adalah cerai gantung. "Pada kasus pernikahan ini, status seorang perempuan dibuat tidak jelas. Ia sudah tidak dibiayai oleh suami, hak-haknya tidak diberikan lagi. Namun, statusnya juga tidak dicerai," terangnya.

Saturday, July 25, 2009

Dawai Sebuah Luka

Jika mentari masih bersahabat
Kan kusimpan hangatnya dalam pelukku
Jika pelangi dapat mewarnai hatiku
Kan kulukiskan indahnya dalam lembar hidupku

Tapi..

Kesedihanlah yang menghampiriku
Kedukaanlah yang menyelimuti hatiku

Berjuta derita mendera
Berjuta air mata mengalir dari mataku

Mereka tetap menghinaku
Mereka selalu membenciku
Menyakiti perasaanku

Apa salahku menjadi aku
Aku tak pernah meminta menjadi aku

Mengapa mereka tidak bersahabat tuhan ??
Mengapa mereka selalu menghinaku
Menusukku dari belakang

Mengapa aku harus terpuruk
Hidup dalam kesedihan
Dan kesunyian

Aku tak berdaya
Apa ini nasib seorang anak manusia
Yang tak pernah dianggap ada

Sayangi aku tuhan
Aku terkurung dalam kesedihan
Aku selalu kesepian

Aku bingung
Aku tersesat
Aku terbuang

Kapankah ini semua berakhir,Tuhan
Kisah kesedihan dan kemalanganku

Kemanapun kaki ini melangkah
Tetap luka dan air mata yang kutemui

Harus kemana lagi
Aku mencari kebahagiaan

Luka yang takkan pernah kering dalam hatiku
Membuat jiwaku takut tuk berharap

Aku ingin pergi jauh tuhan
Meninggalkan semua kesedihan ini

Cinta dan kasih sayang
yang selalu ku damba,
Mungkin bukan takdirku,
Bukan untukku

Mereka bisa bahagia
Tapi aku tidak

Mereka bisa tersenyum
Sedang aku menangis dibalik senyumku

Mereka bisa dicintai
Aku hanya bisa disakiti

Semua mauku tak penting lagi
Perihpun itu,ku tersenyum

Bias Kehidupan

PELANGI, AWAN dan HUJAN

Awal suatu kehidupan yang baru pertanda kan bersinarnya sang mentari di ufuk timur,memberikan ucapan selamat pagi dengan hangatnya,menerangi seluruh semesta dengan sinarnya yang baru saja menyala,di susul kicau burung di tengah sawah yang menghampar bak permadani hijau yang amat ingin kupakai tuk alas tidurku yang selalu dingin dan lembab.

Angin pagi yang berhembus lembut melalui sela ranting pohon yang masih basah akan tetesan embun yang menari lembut di setiap helai daun,setiap ranting,dan bunga bunga yang siap merekah. Memberikan senyuman terindah pada setiap yang menatapnya,terpikat akan kecantikan tiap warna dari kelopakny,serta harumnya pesona yang bertaburan di sekelilingnya.

Pelangi di atas langit berwarna warni seolah menjadi sebuah jembatan khayal yang penuh asa,berjalan,melangkah,dan
seolah berlari di atas keindahan bias bias warnanya,tepat terletak di tengah awan awan besar yang agak gelap,namun gelapnya pudar tertimpa langkah langkah yang ada di atas pelangi dan menyebranginya dengan penuh cinta dan kasih,serta harapan atas jejak jejak yang telah ditinggalkan.

Namun seiring berputarnya roda waktu,siang tlah hadir mengahuskan segala kesejukan dan keindahan pagi hari. Panasnya tanpa ampun membakar segala yang ada di bawahnya,hingga mata pun tak kuasa terbuka lebar tuk menatap teriknya.semua berpaling menatap sang matahari,takut akan apinya yang menggelora bagai bola api yang amat besar dan panas. Namun rupanya awan hitam tengah bersiap menyelimutu seluruh angkasa dengan tubuhnya,menjadikan seluruh semesta gelap,dan dingin.angin kencang datang memporak porandakan segalanya,hanyalah tinggal serpihan serpihan kecil yang sengaja disisakan oleh sang angin sebagai bukti bahwa ia pernah menghancurkan suatu titik yang teramat buruk akibatnya.

Rintik hujan mulai turun,dan tiba-tiba saja berubah menjadi deras dan semakin deras,disertai kilatan cahaya petir beserta gemuruhnya yang menyambar ke segala penjuru. Hari ini gelap gulita,sunyi sepi,semua bersenbunyi dan berlindung di tempat yang menurut mereka aman tuk menyelamatkan diri.

Deras dan semakin deras hujan yang turun,sungai-sungai tak mampu membendung tingginya titik air yang jatuh di atasnya,mereka tak kuasa lagi dan segera memuntahkannya keluar,menggenagi bahkan membanjiri sekitarnya. Hujan tak kunjung reda,suasana masih sunyi,mereka menanti dengan pasrah kenyataan yang akan mereka hadapi nantinya.

Berhari hari angkasa gelap,hanya ada awan-awan hitam yang tengah berpesta di atas sana. Pelangiku pun ikut tertutup gelapnya angkasa dan semesta. Ku buka jendelaku,yang tercium bukanlah lagi harum bunga dan segarnya udara di pagi hari,namun aku mencium,mendengar dan merasakan tangisan-tangisan,teriakan-teriakan,dan rintihan-rintihan yang amat menyayat hatiku,menusuk di telingaku hingga menembus dadaku.

Mentari sedang lelah,pelangi tak berdaya,hanya awan hitam yang bercokol dan menguasai sang waktu. Danau dan telaga terlalu penuh untuk menampung volume air yang mengalir ke dalamnya,laut pun ikut bergejolak. Pertanda apakah ini semua tuhan ??

Sang pawang berbondong-bondong datang tuk menenangkan alam yang sedang bergejolak,dan dirudung kegulitaan. Namun tak satupun berhasil menenangkan alam,tak ada yang bisa. Karena hanya sang pencipta dengan segala kehendaknya lah yang menentukan kapan awal dan akhir.

Hanya dengan perenungan yang teramat dalam di sebuah keheningan malam yang tenang untuk kembali berintropeksi dan menyadari segala kekurangan dan kekhilafan merupakan kunci dari sebuah gejolak yang sedang terjadi,sampai kunci itu dapat membuka segala belenggu dan rantai yang mengikat kaki-kaki lemah dan tak berdaya.

Sampai mentari kan kembali tersenyum dan pelangi kan membentangkan jembatan kecilnya yang penuh warna warni indah tuk menghiasi langit di angkasa.

Hanya tuhan yang tahu kapan

Hanya waktu yang kan menjawab

Titian

Ketika ku titi anak-anak tangga bambu itu
Tiba-tiba salah satunya retak,
Dan berdenyit memilukan.

Ku lanjutkan saja langkahku tuk menaikinya,
Tetap saja suara denyitan itu terdengar.

Hatiku was-was,
Mataku melotot,
Seketika otakku tegang

Ku coba perlahan menengok ke bawah sebentar saja
Ternyata,aku baru sampai pada anak tangga ketiga.

Aku terdiam terpaku,
Badanku gemetar,Genggamanku melemah.

Tiba-tiba anak tangga yang kupijak patah,
Aku terjatuh,terhempas ke bawah
Lalu aku duduk dan terdiam
Sejenak ku berfikir melanjutkan atau menyudahinya saja.

Bagaimana mungkin,ketiga anak tangganya patah,
kakiku tak sampai langsung ke anak tangga keempat.

Mataku menerawang ke sekeliling,
Aku menemukan tangga lainnya,
Yang terbuat dari Besi baja

Ku ulangi,
Selangkah demi selangkah

Yes...aku berhasil

Gundah Ini..

Apa yang hendak ku toreh pada kertas putih ini,
Aku bergumam dalam hatiku.

Sedihkah,senangkah...???
Tidak juga.

Pikiranku menerobos di kegelapan malam yang dingin,
Mencari sesuatu yang dapat menerangi mataku.

Apa yang kucari...???
Tidak ada.

Akhirnya kubasuh diri ini,
Dengan air wudhu.

Ku berDzikir di tengah malam buta
Ku bersujud memohon ampun,
Dengan lantunan aroma Dzikir,
Air mataku mengalir,
Aku menagis sejadi-jadinya.

Tuhan,malam ini begitu sunyi
Hingga membuat hatiku membisu
Bibirku terkunci,namun hatiku menangis pilu.

Dalam sujudku,
Tiba-tiba rasa rinduku akan Tuhanku muncul
Semakin dalam kesedihan yang tertumpah.

Ampuni aku Tuhan...
Maafkan aku Tuhan..

W.A.K.T.U

Aku semakin tak mengerti padamu
Apa yang kau minta,
Apa yang kau harapkan,
Aku tlah berikan.

Mungkin dunia kita berbeda
Mungkin jalan kita tak satu lagi

Biar ku jejaki duniaku sendiri
Bagaimanapun,
Begitu beratnya tanpamu

Tapi ini yang tlah kupilih
Tak lagi bersama waktu
Tak lagi terikat aturanmu
Tiada indahnya janjimu

Slamat tinggal sayang..
Selamat dan selamat untukmu.

Takdir dalam Perpisahan

Pohon kamboja itu terlihat bersedih
Bunganya jatuh bertebaran di sekelilingnya
Seolah memahami kedukaan di rumah itu
Seakan ikut menangisi kepergiannya.

Tiap sudut dihiasi bendera kuning
Yang kulihat hanya tangisan,
Pelukan rasa kehilangan,
Aaahhh...sungguh memilukan.

Allahu akbar... Allahu akbar...

Terdengar begitu jelas di telingaku
Tangisan semakin pecah,
Melirik pada tubuh yang terbujur kaku disampingku,
Teringat kembali masa indah dulu

Air mataku mengalir tiada henti
Seraya ku lantunkan doa untukknya

Hari itu, bukanlah kemenangan
Bukanlah pesta pora,
Namun kedukaan yang tertoreh kembali,
Luka atas kepergiannya

Sedih berkecambuk,
Hancurnya hati ini ditinggalkan,
Kenangan itu telah terhenti
Seiring perjalanan terakhirnya

Hanya tuhan yang tahu
Kapan sang azal kan menjemput
Tuhan punya kehendak,
Kita hanya menjalankan-Nya

Apa yang Engkau Perintah,
Apa yang Engkau Hendaki
Karena Engkau Maha Esa

Takdir ini tak dapat ditukar
Takdir ini bukan jual beli

Air mata si miskin,
Air mata si kaya,
Di mata Tuhan semua sama

Saat kita terpanggil,
Tuk menghadap-Nya
Tiada harta,pangkat,derajat yang dibawa
Hanya amal ibadah yang menjadi bekal

Kekayaan bukanlah suatu kesombongan
Bukan untuk membunuh atau menghina si miskin
Semua datang dari Tuhan,
Dan kembali pada Tuhan...

Belenggu

Apa yang ada di benakku malam ini..??

Sedihkah..???
Terlalu banyak kesedihan,hingga tak bisa terkuak.

Senangkah..???
Senyum ini terbalut dengan air mata.

Merintih dan lirih ku memohon,
Setitik saja bahagia menetesi dahagaku.
Tak berdaya kulawan keegoan mereka,
Tak kuasa kubendung sgala penat.

Haruskah aku menyerah Dan bertekuk lutut pada takdir..??
Mengangkat kedua tangan di atas kepala,
Seperti layaknya seorang penjahat..??

Aku bukan terpidana mati,
Bukan...!!!!

Mana hakku..??
Mana kebebasanku..??

Toek Buah Hati

Mentari itu begitu indah,cinta..
Burung pun bernyanyi tuk kita.
Seluruh pujangga terdiam,
Melihat nurani anak manusia ini,
Yang dipenuhi oleh cinta dan kelembutannya.

Karena akulah saat ini,dan saat nanti bersamamu...
Raih uluran tangan penuh cinta ini,sayang.
Biarkan getaran itu mengalir melewati tiap denyut nadi.
Rasakan dan hirup dalam-dalam aroma ketulusanku.
Hidupku,anganku,biarlah terbalut oleh kasihmu...

Kidung di Malam yang Sunyi..

Dalam keheningan,
Begitu lama kunanti sang fajar.
Membuka relung dunia,
Dalam selimut malam yang panjang

Doa-doa lirih,
Seolah menutupi seluruh ruang kamar.
Kurendahkan kepalaku,
Kucium sajadah bersulam emas itu.

Tubuhku terasa dingin,
Kaki dan tanganku,
Oh Tuhan..
Mengapa seperti terpaku.

Semakin deras kalimat suci keluar dari mulutku,
Allahu Akbar..

Tersentak tubuhku,
Seolah jiwaku melayang.
Tanpa sadar aku terjatuh,

Ketika terjaga,
Tasbih itu masih ada di tanganku...

Sang Idola

Bukan ku tergila-gila,
Atau sekedar obsesi menjadi dia..

Bukan ku bermimpi,
Tuk dekat dengannya..

Bukan angan-angan menjadi hebat,
Seperti kehebatannya..

Tapi,aku hanya ingin meminta,
Sedikit ilmu darinya.

Sebagai guru kepada muridnya..
Sebagai judul dalam bukuku nanti..

Itulah yang paling indah,
Dari sang idola..

Bangkitlah Duhai Jiwaku

Aku terlelap dan terlena,
Menjadi sosok yang diam.
Berpura-pura,
Menjadi perempuan lemah..

Kini,mentari tlah terbit di hatiku,
Pedang-pedang tajam itu,
Telah ku asah dan ku siapkan,
Dalam peperangan ini..

Wahai setan-setan,
Kalian telah menyakitiku,
Kalian pula yang membuatku
Terpuruk dan terdampar..

Dalam hitungan detik,
Perang ini kumulai..

Buka mata kalian,
Aku tak lagi hanya berdiam
Berpura-pura pasrah,
Menelan kedzoliman ini semua..

Aku atau kalian yang kan musnah...!!!!!!!!

Senyum

Di dalam doa…
Senyum selalu terpancar
Mengalir bersama titik air mata
Membasahi segala harapan dan asa


Senyum dalam sebuah luka…
semurni sebuah ketegaran
Walau hati diselimuti duka
Hanya senyum yang senantiasa hadir


Segetir dan sepahitnya hidup
Segalanya menjadi samar
Sesamar bayangan
Terbalut senyum yang menawan


Senyum…
Hanya senyum
Yang dapat membahagiakan
Memberi kedamaian dan kehangatan

Dan sebuah tempat
Tuk mengerti arti hidup ini.


Terbukalah mata hati kita
Kala kita sadar
Makna dari sebuah senyum
Mewarnai kisah kita….


**BERBAHAGIALAH….**

Cerita Malam

Kala fajar mulai menyingsing
Berganti gelapnya alam
Perlahan bintang pun datang
Menari gemulai bersama bulan

Lampu mulai membias sinarnya
Dahan-dahan meliuk-liuk lembut perlahan
Tersentuh semilirnya angin malam yang dingin

Dikala semua terlelap
Ku terjaga dari lelapnya mimpi
Ku bersujud penuh do’a


Di tengah dinginnya malam
Hanya satu yang slalu kupinta….


Berikanlah satu harapan
Tuk slalu tersisa asa dan bahagia
Melewati setiap malam yang datang…

BERSAMA


“CINTAMU….(??)
& CINTAKU….(W)”

Getir..

Entah manis yang kulihat
Entah pula pedih yang kutrima
Dalam kebimbangan ku berdiri sejenak
Menatapi kepahitan yang kan kuteguk

Bila hati telah membeku
Tersiram air mata dan luka
Akankah datang waktu yang kedua
Menjemput jiwaku yang kosong dan hampa

Tlah menusuk dan meresapi sukmaku
Kesedihan dan kepedihan yang tak terkira
Hancur…
Dan menghilang…

Bila kenyataan menghadang
Begitu pahitnya…

Apalah daya…
Kasih tiada sampai
Namun cinta…
Tetaplah abadi

Semoga bahagia kan kau rasakan

Semoga damai kan menjelma
Dari darah dan air mata
yang tlah kuteteskan


Hanya untukmu….
Hanya padamu….

Hikmah Fajar

Kala kutengadahkan tangan penuh syukur
Atas hikmah yang kurasa
Di tengah tajamnya pisau-pisau kehidupan
Tak kuasa menitik air penyesalan di mataku

Dalamnya luka dan perihnya sayatan
Tlah membuka misteri hikmah yang indah

Kenyataan membuatku tegar
Kepahitan membuatku yakin
Bahwa aku harus tetap bertahan
Berjuang hingga tiada lagi air mata

Jiwa ini takkan sendiri
Jiwa ini takkan sunyi

Karena ku yakini bahwa aku tak pernah sendiri dalam hidup

Dialah yang Maha Pengasih
Maha Penyayang
Yang Maha memahami diri ini
Walau diri ini sering meninggalkan-Nya

Ku bersujud penuh keikhlasan
Memohon ampunan yang dalam
Meminta kesempatan kedua dan ketiga
Tuk menebus sgala dosa dan kehinaan
Yang tlah kutebar…


MAAFKAN HAMBA YA ALLAH…
AMPUNI HAMBA YANG HINA DAN RENDAH INI…
TERIMAKASIH ATAS HIKMAH YANG INDAH INI
MEMBERIKU SEBUAH KEHIDUPAN BARU
YANG MEMBUATKU SMAKIN MANTAP
MELANGKAHKAN KAKI YANG LEMAH INI.

Gejolak kah..???

Aku terasing di dunia ini,
Dalam kejamnya kesunyian dan kedukaan
Aku terbuang

Aku seorang diri
Tapi dalam kesendirianku
Aku merenungi sesuatu yang tak kukenal
Dan negeri yang mempesona,

Dan renunganku mengisi mimpi-mimpiku
Dengan bayang-bayang keagungan
Dan tempat-tempat yang jauh
Yang belum pernah aku lihat

-“-

Pikiranku merasa asing pada tubuhku
Dan ketika aku berdiri di hadapan cermin,
Aku melihat di wajahku
Sesuatu yang tak dapat dilihat oleh jiwaku

Dan aku menemukan dalam mataku
Sesuatu yang tak pernah
Ditemukan oleh jiwaku

-“-

Aku terasing pada tubuhku sendiri,dan
Bila kudengar lidahku bicara,
Telingaku merasa asing mendengar suaraku;
Aku melihat diriku tersenyum, menangis,
Berani dan pengecut

Dan kehadiranku merasa asing pada wujudku
Ketika jiwaku menggugat hatiku;

Tapi aku tetap tak mengerti,
Diselimuti oleh
Kesunyian maha dahsyat.