Kehilangan

Kehilangan

Doamu Ayah

Doamu Ayah

in Memorian of H.M.Husni Thamrin & Hj.Tina Triwahyuni Widya Nigrum

in Memorian of H.M.Husni Thamrin & Hj.Tina Triwahyuni Widya Nigrum
For my Parent in Heaven

PESAN TERAKHIR

3 kunci itu kan kusimpan sepanjang hayatku,
Takkan lekang oleh ruang dan waktu.

Dunia kita memang telah berbeda,
Namun Cinta, Kasih Sayang, serta Ilmu darimu.
Adalah warisan yg paling bernilai untukku.

Terimakasih Papah...

Father...

Father...
Loosing U is My deepest Pain Father

Tuesday, July 31, 2012

NURANI yg TERKOYAK

Sungguhkah peradaban ini sudah modern?
Benarkah materi mengalahkan segalanya?
Apakah kemurnian telah sirna?
Haruskah sebuah harga diri kalah hanya dengan segepok uang,sekaleng harapan kadarluasa,dan sejuta mimpi di siang bolong?

Seberapa besar harta yang bisa membeli sebuah harga diri?
Seberapa banyak uang yang bisa membeli kehormatan?

Sungguh ironis,tatkala Ƙέϐahagiaaπ itu harus ditukar dengan nilai2 kecil rupiah dan kilau permata imitasi.
Bahkan hak asasi seorang anak manusia harus,wajib,dan dipaksa terbelenggu dan tertindas dengan topeng2 duniawi.

Haruskah hati nurani ternoda dan teraniaya secara paksa,
Hanya untuk mengejar ambisi dan kepentingan orang lain?

Bukankah sang waktu terus berputar kawan?
Lupakah kalian dengan jati diri kalian?
Mana yang lebih berarti?
Uang atau Kehormatan?

Sesungguhnya hal yang paling dekat dengan kita adalah Kematian,
Dan apakah saat kematian datang kita bawa serta seluruh harta kita yang kita dapat dari hasil menjual hati nurani kita?

Tidak!!!!
Sadarlah duhai anak manusia,
Setiap nurani berhak bicara.
Setiap nurani berhak bahagia.

No comments:

Post a Comment